Kronik TNI Juni 2019

12 Juni  2019 (Pelita)  

Korps Marinir Indonesia dan Amerika Gelar Latihan Bersama.

Korps Marinir TN AL dan Marinir Amerika Serikat menggelar latihan bersama di Bhumi Marinir Gedangan Sidoardjo, dalam rangka mempererat kerja sama di antara kedua institusi militer kedua negara.   Latihan bersama bertajuk Subject Matter Expert Exchange (SMEE) Neo dan R2P2 Tahun Anggaran 2019 tersebut secara resmi dibuka oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono yang diwakili Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Agus Gunawan Wibisono.   Latihan bersama yang merupakan kerjasama di bidang pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat telah berjalan cukup lama dari waktu ke waktu.

12 Juni 2019 (Pelita)   

Personel Skadud 32 Malang akan Mengawaki Skadud 33 di Makassar.

Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdurachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat memimpin apel pelepasan beberapa personel Skadron Udara 32 untuk mengawaki Skadron Udara 33 di Taxiway Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd. Saleh, Malang, Senin (10/6/2019).   Skadron Udara 33 merupakan skadron udara angkut berat yang rencananya baru akan diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) beberapa hari mendatang di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

12 Juni 2019 (Pelita)   

Situasi di Pulau Adonara Sudah Kondusif.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan situasi keamanan di Pulau Adanara, Flores Timur, pascabentrok antar warga dua desa di pulau itu sudah kondusif.   Meski demikian personel Polri dan TNI yang ditugaskan ke wilayah itu masih tetap berjaga jaga di lokasi kejadian.   Bentrok antar warga terjadi pada Rabu (5/6/2019) menyebabkan satu orang meninggal dan tiga warga lainnya luka-luka.

14 Juni 20109 (Pelita) 

TNI-Polri Tangerang Ikut Kawal Sidang MK

Personil Kodim 0510/Trs dan Polresta Kota Tangerang jalan bersama mengamankan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Kosntitusi (MK) yang akan digelar pada Jumat 14 Juni 2019.   Ratusan personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi gerakan massa yang bertolak ke Jakarta untuk mengikuti aksi di gedung MK.   Apel Konsolidasi digelar untuk memastikan kesiapan personel dan kelengkapan sarana dan prasarana Polri dan TNI beserta unsur terkait, sebelum diterjunkan ke lapangan dalam rangka pengamanan.  Sehingga pengamanan yang dilaksanakan dapat berjalan optimal.

14 Juni 2019 (Pelita)   

Kamtibmas di Sulut Kondusif Selama Operasi Ketupat Samrat 2019.

Wakapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Karyoto bersama Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri memimpin apel konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Samrat 2019, di Manado, Kamis (13/6/2019).   Apel Konsolidasi ini pada hakekatnya untuk pengecekan kembali personel dan kelengkapan sarana dan prasarana yang digunakan pada Operasi Ketupat Samrat 2019.   Apel tersebut juga dirangkai dengan pengecekan kesiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang dilaksanakan dari tanggal 11 Juni – 28 Juni 2019.   Apel diikuti oleh personel TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, Polisi PP dan Tim Medis dari Dinas Kesehatan.

14 Juni 2019 (Pelita)   

Wabup: Operasi Ketupat Lodaya 2019 Sukses.

Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Adjo Sardjono menyampaikan apresiasi kepada semua jajaran yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2019 di wilayah Kabupaten Sukabumi.   Operasi untuk pengamanan Idul Fitri 1440 Hijriyah tersebut berjalan lancar dan sukses.   Untuk itu Wabup menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat kepada jajaran Polri, TNI, aparat pemda dan elemen-elemen yang terlibat di dalamnya.   Pada acara apel konsolidasi tersebut bertindak selaku Inspektur Upacara Komandan Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana, Mayor Infanteri Ageng Wahyu Romadhon.

22 Juni 2019 (Media Indonesia)

BPIP Ikut Cegah Prajurit TNI Terpapar Radikalisme

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merespons kebutuhan pimpinan TNI untuk mencegah masuknya paham radikalisme di jajaran prajurit TNI.   Lembaga tersebut menginisiasi pertemuan resmi dengan TNI dalam waktu dekat.   Selain menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan TNI, BPIP akan menemui jajaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.   Menurut dia ada dugaan bahwa yang terpapar radikalisme bukan hanya prajurit TNI, melainkan juga Aparatur Sipil Negara (ASN).  Sebanyak  3 % prajurit TNI terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan Pancasila dilontarkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (19/6).

22 Juni 2019 (Media Indonesia)

Kemendikbud-TNI Bina Nasionalisme Siswa

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng TNI untuk membina para peserta didik baru.   Pembinaan akan difokuskan pada karakter nasionalisme siswa dengan materi yang mengacu pada Kemendikbud.   Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).   Mendikbud menegaskan karakter utama yang diajarkan adalah mengenai nasionalisme, bertujuan untuk menangkal paham radikalisme.

23 Juni 2019 (Media Indonesia)

Ratusan Senjata Diamankan di Perbatasan

Patroli keamanan di sepanjang garis batas perbatasan Republik Indonesia Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sektor barat dilakukan secara intens oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara.   Hal itu disampaikan oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Mayor Inf. Hendra Saputra.   Menurutnya patroli tersebut dapat mengamankan wilayah perbatasan dari terjadinya pelanggaran, kejahatan trans internasional, pelintas batas ilegal, penyerobotan wilayah RI oleh negara tetangga.   Tim Dispenad yang dipimpin oelh Kolonel Inf. Paiman beserta rombongan melihat langsung barang bukti yang diamankan di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektior Barat NTT sebanyak 102 senjata pucuk.

25 Juni 2019 (Media Indonesia)

Satgas Pamtas RI-RDTL, Yonif Mekanis 741/GN Tak Pernah Lelah Wujudkan Bakti di Perbatasan RI-Timor Leste.

Selain melaksanakan tugas utamanya pengamanan batas negara dan melakukan patroli keamanan di sepanjang garis batas perbatasan RI-RDTL sektor barat, Satgas Yonif mekanis 741/GN juga melakukan pengobatan keliling gratis dari rumah ke rumah, pembuatan MCK, renovasi tempat ibadah, perpustakaan keliling hingga perbaikan jalan yang longsor. Keberadaan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 741/GN telah mampu menjamin keamanan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul di kedua negara. Dengan kekuatan 400 prajurit, Satgas Garuda Nusantara yang dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Mayor Inf Hendra Saputra S.Sos., M.M., M.I. Pol, selalu memiliki cara jitu untuk membuat masyarakat yang tinggal di sektor barat perbatasan RI-RDTL tersenyum dan kehidupannya lebih sejahtera.

26 Juni 2019 (Kompas)    

Menjalin Kerukunan di Beranda Negeri

Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia Timor Leste Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Mayor (Inf) Hendra Saputra menjelaskan, kebijakannya dalam delapan bulan bertugas menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan. Oleh karena itu, satgas melaksanakan sejumlah program prioritas seperti, bedah rumah warga, pembangunan sumur resapan, bantuan bahan pokok, taman baca dan pendidikan baca tulis, serta posko kesehatan dan bantuan obat gratis. Berbagai kegiatan itu, membuat hubungan antara TNI dan warga perbatasan makin baik.   Hal itu ditunjukkan dengan peras serta masyarakat dalam berbagai kegiatan yang diinisiasi personel TNI. Warga bahkan secara sukarela menyerahkan senjata api dan amunisi yang dimiliki ketika konflik antara Timor Timur masih berlangsung.

27 Juni 2019 (Media Indonesia)

TNI-Polri Jamin Sidang MK Aman

Polri dan TNI memastikan vonis perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi berlangsung  aman dan lancar. Sebanyak 47.000 personel polisi dan TNI disiapkan untuk mengamankan gedung MK, gedung Bawaslu, dan gedung KPU. Menko Polhukam Wiranto menegaskan tidak ada izin untuk melakukan demonstrasi di sekitar MK karena dapat mengganggu kepentingan nasional.   Apabila demonstrasi tetap dilakukan, Kepolisian dapat membubarkan karena sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1988 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum.

27 Juni 2019 (Media Indonesia)

Pasukan Gabungan TNI-Polri

Pasukan Khusus Paskhas TNI AU berjalan membawa tameng saat persiapan untuk melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, kemarin.   Sebanyak 13.747 personel gabungan TNI-Polri disiagakan jelang putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari ini. Menko Polhukam Wiranto menegaskan Polisi tidak mengeluarkan satu pun izin untuk massa menggelar aksi di sekitar Gedung MK.   Jika ada aksi massa petugas berhak membubarkan.

27 Juni 2019 (Media Indonesia)

Doa Untuk Negeri.

Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Daniel bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI M. Effendi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan Ulama Ahmad Muwafiq menghadiri Doa untuk Negeri dan Silaturahmi di Solo, Jawa Tengah, kemarin.   Kegiatan tersebut untuk menyuarakan kedamaian menjelang putusan sengketa Pilpres 2019 oleh MK.

30 Juni 2019 (Media Indonesia)

Heli Milik TNI AD yang Hilang di Papua Ditelan Awan Kumulonimbus.

Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD yang hilang kontak saat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/6), belum ditemukan hingga kemarin.   Diperkirakan heli tersebut hilang setelah gagal menghindari awan kumulonimbus (cb) yang muncul secara tiba-tiba di wilayah pegunungan Jayapura.   Kepala Balai besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Propinsi Papua mengatakan, hilangnya kontak helikopter milik TNI AD bertepatan dengn munculnya awan kumulonimbus secara tiba-tiba.   Awan ini merupakan sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.   Awan kumulonimbus memiliki elemen yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.