Pembekalan Menteri Agama RI kepada Pendidikan Agama Islam (PAI) Bela NKRI di Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, 26 Mei 2017–Kepala Pusat Sejarah TNI Brigjen TNI Darwin Haroen, S.IP yang diwakili Kepala Monumen Pancasila Sakti, Letkol Laut (KH) Sukarni Marso, S.Pd, menyambut kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (26/5) di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta Timur. Kehadiran Menteri Agama yang juga didampingi Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Syafi’i. adalah dalam rangka memberikan pembekalan kepada peserta Pelatihan Bela Negara guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diselenggarakan Kementerian Agama bekerjasama dengan Batalyon Paskhas 461 Halim Perdanakusuma. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Gebyar Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menteri Agama dalam pembekalannya menekankan bagaimana menjadi warga negara Indonesia dan memahami nilai-nilai agama Islam tersebut, hanya bisa membumi, termanifestasikan, terimplementasi, teraktualisasi, dan mengejawantah dalam kehidupan keseharian kita pada wilayah atau sebuah daerah yang kondisinya damai dan masyarakatnya rukun. Dengan demikian, maka setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menerapkan dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dan menjaga kondisi yang menjadi syarat bisa tidaknya nilai-nilai tersebut diterapkan. Menteri juga menyampaikan bahwa hadirnya agama Islam di muka bumi ini salah satu tujuannya adalah memanusiakan manusia.

“Islam hadir untuk melindungi menjaga memelihara harkat derajat martabat kemanusiaan. Rahmatan lil’alamin ini prinsip dari ajaran agama Islam,” kata Menteri Agama.

Menteri juga mengilustrasikan bahwa orang yang meyakini jihad berjuang di jalan Allah dengan meledakkan diri sendiri demi membunuh musuhnya, maka itu pasti bukan ajaran Islam karena tidak ada Islam yang mengajarkan demikian, begitu juga dengan agama apapun.

Setelah acara pembekalan, peserta Pelatihan Bela NKRI PAI Kementerian Agama yang berjumlah 100 orang melaksanakan tour di Monumen Pancasila Sakti untuk melihat situs-situs bersejarah sekaligus diberikan pemahaman terkait peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI di Lubang Buaya. Peserta Bela NKRI cukup antusias dan bersemangat serta mengapresiasi Monumen Pancasila Sakti sebagai wahana kesejarahan bangsa khususnya yang berkaitan dengan menjaga Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia dari rongrongan ideologi komunis. (iwa)